Functions of communication
Fungsi dari sebuah komunikasi terdiri dari 4 : control, motivation, emotional expression, information
- Motivation = komunikasi berguna untuk memperjelas “apa yang harus dikerjakan
oleh karyawan”, “seberapa baik mereka mengerjakannya”, “apa yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan performance mereka jika pekerjaan mereka dibawah standar atau
kurang maksimal”
- Emotional expression = komunikasi sebagai sarana mengekspresikan perasaan
seseorang
- Informasi = komunikasi menyediakan data yang dibutuhkan individual/group untuk
mengambil keputusan
The communication process
Source
Encoding
Feedback
Receiver Decoding
Source : merupakan pemberi pesan
Encoding : cara yang dipakai untuk menyampaikan pesan
Channel : perantara. Bertugas menyalurkan pesan
Decoding : menangkap pesan dan menyampaikan ke penerima
Receiver : penerima pesan
Feedback : tanggapan atau respon
Direction of communication
Direction of communication dibagi menjadi 2 yaitu : vertical, literal
vertical dibagi 2 : downward, upward
- downward = komunikasi dari upper level ke lower level. Digunakan untuk
menetapkan goals, menyediakan job instructions, memberitahu prosedur dan
kebijakan kepada karyawan, menunjukkan problem yang perlu diperhatikan, memberi
feedback tentang kinerja karyawan. Downward communication tidak harus dilakukan
dengan face to face, dapat melalui cara lain seperti email
- upward = dari lower level ke upper level. Digunakan untuk memberi feedback ke
higher-ups, memberi tahu progress ke goals, memberi tahu masalah yang sedang
dialami.
- Lateral = horizontal atau komunikasi pada level yang sama
Contoh: komunikasi antara manager dengan manager atau karyawan dengan karyawan
Interpersonal communication
- Oral communication = menggunakan kata – kata atau kalimat
Misalnya. Formal one on one, group discussion, pidato
Keuntungan dari interpersonal communication:
1. secara langsung diterima dan mendapat feedback cepat
2. jika penerima salah tangkap bisa langsung diluruskan
Kerugian dari interpersonal communication :
1. semakin banyak orang yang harus dilalui sebelum pesan sampe ke penerima, semakin
besar peluang kesalahan yang akan timbul karna setiap orang menafsirkan isi pesan
tersebut sesuai dengan apa yang mereka tangkap
Contoh game “telephone” at a party
- Written communication
• Komunikasi yang menggunakan tulisan
• Keuntungan : apa yang ingin disampaikan jelas.
• Kerugian : memerlukan banyak waktu untuk menulis. Feedback tidak dapat
diterima langsung karena pesan belum tentu diterima oleh receiver.
Contoh : memo, sms, fax, surat.
Media Komunikasi
• Salah satu sebab tidak efektifnya komunikasi adalah pemilihan media komunikasi
yang tidak tepat.
• Pemilihan media harus memperhatikan information richness yaitu banyaknya
informasi yang mampu disampaikan oleh media.
• Jenis-jenis media yang biasa digunakan:
1. Tatap muka, termasuk video conference.
2. Komunikasi verbal via elektronik, misal: telepon.
3. Komunikasi tertulis personal, misal: surat dan email.
4. Komunikasi tertulis non personal, misal: newsletter dan laporan.
Information Richness and Media Type
Komunikasi nonverbal adalah proses berbagi informasi tanpa menggunakan kata-kata, pesan
disampaikan melalui perilaku dan tindakan.
- Komunikasi nonverbal memainkan peran besar dalam apa yang dikomunikasikan. Jika
kata-kata dan gerakan tubuh berada dalam konflik, pesan nonverbal mendapat lebih banyak
perhatian daripada verbal. Konsistensi sangat penting ketika pembicara sedang mencoba
untuk membuat kesan.
b. Bentuk komunikasi nonverbal meliputi (mengulas contoh-contoh spesifik dalam teks).
• Bahasa tubuh seperti gerak tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, dan postur
• Proxemiks atau jumlah ruang pribadi
• Bahasa Object seperti barang fisik
• Paralanguage seperti nada, pitch, kecepatan, kenyaringan, dan aksen
Formal Small-Group Networks
Di dalam jaringan ini terdapat tiga kelompok kecil.
1. The chain (rantai) :
- Bersifat mengikuti rantai formal komando. Jaringan ini mendekati saluran
komunikasi yang dapat kalian temukan di sebuah organisasi tingkat tiga.
2. The whell (roda)
- Bergantung pada tokoh utama untuk bertindak sebagai saluran untuk semua
komunikasi dalam kelompok. Jaringan ini mensimulasikan jaringan komunikasi yang
dapat kalian temukan di dalam kelompok dengan pemimpin yang kuat, dalam arti
semua ijin jaringan saluran semua anggota kelompok untuk berkomunikasi secara
aktif satu sama lain bergantung pada pemimpin.
3. The all-channel (semua jaringan) :
- Jaringan ini paling sering dilakukan dalam praktek oleh tim yang dikelolah sendiri,
dimana semua anggota kelompok bebas untuk berkontribusi dan didalam kelompok
tersebut ada satu orang yang memiliki peran kepemimpinan.
• Grapevine
atau perusahaan. Ada juga yang bersifat informal yang disebut dengan grapevine. Walaupun
grapevine bersifat informal, bukan berarti grapevine merupakan sumber informasi yang
tidak penting. Sebagai contoh, sebuah survei menemukan bahwa 75% pegawai mendengar
tentang masalah pertama kali dari rumor atau grapevine.
manajemen. Kedua hal itu dirasakan oleh sebagian besar karyawan sebagai yang lebih
dipercaya dan diandalkan dibandingkan komunikasi resmi yang dikeluarkan oleh manajemen
puncak. Ketiga sebagian besar digunakan untuk melayani kepentingan diri dari orang-orang
di dalamnya.
67 personil manajerial di sebuah perusahaan manufaktur kecil. Pendekatan dasar yang
diogunakan adalah untuk belajar dari setiap penerima komunikasi bagaimana ia pertama
kali menerima bagian tertentu dari informasi dan kemudian melacak kembali ke sumbernya.
Ditemukan bahwa, grapevine merupakan sumber informasi yang penting, hanya 10%
eksekutif yang bertindak sebagai individu penghubung yaitu melewati informasi kepada
lebih dari satu orang lain. Contohnya adalah seorang eksekutif yang memutuskan untuk
resign untuk memasuki bisnis asuransi, 81% dari eksekutif tahu tentang hal itu,padahal awa
mula hanya 11% orang yang diberitahu tentang informasi ini.
kejadian kepentingan umum cenderung mengalir antara kelompok utama fungsional
(produksi, penjualan) bukan dalam diri mereka. Juga, tidak ada bukti muncul yang
menunjukkan bahwa salah satu kelompok konsisten bertindak sebagai penghubung, tipe
informasi yang berbeda melewati individu penghubung yang berbeda.
75% dari apa yang dilakukan itu akurat. Tapi kondisi apa yang menumbuhkan grapevine
aktif? Apa yang membuat munculnya rumor?
gosip. Ini jarang terjadi. Rumor muncul sebagai respon terhadap situasi yang penting
bagi kita, ketika ada ambiguitas, dan di bawah kondisi yang membangkitkan kecemasan.
Faktanya, situasi kerja biasanya mengandung 3 elemen yang menjelaskan bagaimana rumor
berkembang di organisasi. Kerahasiaan dan persaingan yang biasanya berlaku di organisasi
besar menciptakan kondisi yang mendorong dan mempertahankan rumor tentang kabar
burung.
mudah untuk dipahami. Mengidentifikasi untuk manajer isu yang membingungkan bahwa
karyawan menganggap penting dan menciptakan kecemasan. Untuk pegawai, grapevine
lebih bernilai untuk menerjemahkan komunikasi formal kedalam jargon group mereka
sendiri. Dari pandangan manajerial, tampaknya mungkin untuk menganalisis informasi
Sistem formal bukan hanya satu-satunya jaringan komunikasi di dalam sebuah grup
Grapevine mempunyai 3 macam karakteristik. Pertama tidak dikontrol oleh
Salah satu dari studi terkenal tentang grapevine menyelidiki pola komunikasi antara
Dua kesimpulan yang perlu dicatat dari pembelajaran ini adalah informasi untuk
Apakah informasi yang mengalir sepanjang grapevine akurat? Bukti menunjukkan
Biasanya diasumsikan rumor muncul karena adanya mereka yang membuat
Grapevine adalah bagian penting dari jaringan komunikasi grup atau organisasidan
grapevine dan memprediksi alirannya.
oleh manajemen bagaimanapun adalah meminimalisasi konsekuensi negatif dari rumor
dengan membatasi jangkauan dan dampak. Saran mengurangi konsekuensi negatif dari
rumor :
» Mengumumpkan jadwal untuk membuat keputusan-keputusan penting
» Menjelaskan keputusan dan tindakan yang mungkin muncul tidak konsisten atau
» menekankan Kelemahan, sebaik mungkin seperti kelebihan, keputusan saat ini dan
» mendiskusikan secara terbuka kemungkinan kasus terburuk
Bisakah manajemen mengeliminasi rumor sepenuhnya? Tidak. Yang harus dilakukan
rahasia
rencana masa depan
• komunikasi dibantu komputer
komunikasi akhir-akhir ini di perusahaan semakin berkembang dan diperkaya dengan
bantuan teknologi komputer. Hal-hal ini termasuk E-mail, intranet dan extranet links, video
conferencing,
» E-mail
Penggunaan email telah mengurangi penggunaan memo, kertas, dan
panggilan telepon yang selalu digunakan oleh karyawan yang dahulu digunakan
untuk berkomunikasi antara mereka dengan suplier, pelanggan, dan stakeholders di
luar organisasi.
E-mail menggunakan internet untuk mengirim dan menerima pesan dan
dokumen yang dihasilkan oleh komputer. Ppertumbuhan E-mail sangat spektakuler.
Faktanya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa pegawai menengah US menerima
31 E-mail setiap harinya. Dan organisasi menyadari nilai sebuah E-mail bagi pekerja
atau karyawannya. Contohnya adalah Ford motor Co., baru-baru ini membuat
sebuah komputer, modem, printer dan akun E-mail tersedia seharga $5 sebulan
untuk lebih dari 300.000 karyawan di dunia.
Sebagai alat komunikasi E-mail mempunyai keuntungan yaitu :
ß Bisa ditulis, diedit dan disimpan dengan cepat
ß Dapat didistribusikan ke satu orang atau banyak orang
hanya dengan sekali klik di mouse
ß Dapat dibaca secara keseluruhan dengan nyaman oleh
pembaca
ß Biaya pengiriman email formal kepada karyawan lebih
murah jika dibandingkan dengan biaya untuk print, duplikat,
dan mendistribusikan ke dalam brosur atau surat yang
sesuai.
Selain memiliki banyak keuntungan Email juga memiliki kekurangan yaitu :
ß membaca, menyerap, dan menanggapi inflow tersebut
benar-benar dapat mengkonsumsi sepanjang hari karyawan
ß karyawan sulit membedakan email penting dari junk mail
dan pesan yang tak relevan
ß konten emosional yang kurang
ß email cenderung dingin dan impersonal hal ini tidak ideal
sebagai sarana untuk menyampaikan informasi seperti
PHK, penutupan pabrik, atau pesan lain yang mungkin
membangkitkan tanggapan emosional dan membutuhkan
empati atau dukungan sosial.
Sambungan intranet dan ekstranet
intranet bersifat privat, jaringan informasi organisasi yang terlihat dan bertindak seperti situs
web, tetapi yang hanya orang-orang dalam suatu organisasi memiliki akses.
- Contohnya perusahaan IBM mempunyai jaringan intranet yang berisi 52000
pertemuan video/videoconferencing
videoconferecing adalah perluasan sistem intranet atau ekstranet. Hal ini memudahkan dua
orang atau lebih karyawan untuk mengadakan meeting meskipun berada di lokasi yang
berbeda.
Pada akhir 1990-an videoconference masih berada pada suatu fasilitas perusahaan dengan
menggunakan kamnera televisi, namun dengan teknologi yang baru maka kamera sudah
dapat terpasang pada komputer tiap individu. Hal ini dapat menjadi alternatif yang baik
daripada membuang biaya dan waktu untuk bertemu tatap muka.
Kesimpulan
Perkembangan komputer telah merubah cara berkomunikasi. Sekarang seorang karyawan
tidak harus ada di meja kerjanya. Dengan handphone, pager, dll mereka dapat dihubungi saat
meeting, saat makan siang, bahkan saat mereka sedang mengunjungi pelanggan. Hal ini juga
merubah hirarki kerja dalam suatu perusaahaan, misalnya seorang karyawan di bidang R&D
akan mendiskusikan inovasinya pada seorang direktur, dia dapat langsung mengirim email
secara langsung (padahal tingkat jabatannya berada pada level yang berbeda).
Pilihan saluran komunikasi
Contoh : Seorang CEO bernama Neal Patterson kecewa dengan kinerja manajernya, lalu dia
mengirim email pada 400 karyawannya yang berisi kekecewaan pada sang manajer. Namun
isi email tersebut tersebar pada website Yahoo!. Dan dalam 3 hari saham perusahaan Neal
anjlok mencapai 22%.
Kesalahaan dalam saluran komunikasi seperti contoh tersebut dapat terjadi karena kurangnya
saluran komunikasi. Saluran komunikasi yang baik adalah yang dapat menangani beberapa
tanda buruk secara serentak, mendapat tanggapan yang cepat, dan sangat personal.
Laporan formal dan buletin Rekaman pidato Pidato
Kekayaan
saluran
rendah
karyawannya untuk saling bertukar ide dimana pun mereka berada
Diskusi grup online Percakapan video
Hambatan untuk Komunikasi yang Efektif
Surat dan memo Pesan elektronik Pesan suara Percakapan telepon Percakapan tatap muka
Sebuah hambatan bisa memperlambat atau mengubah komunikasi yang efektif. Maka kami
menyoroti lebih hambatan tersebut.
-Filtering (Penyaringan)
Penyaringan mengacu pada manipulasi informasi yang dimaksudkan pengirim sehingga bisa
diterima lebih baik oleh penerima. Contohnya, ketika seorang manajer memberi tahu bosnya
apa yang dia rasa bosnya ingin dengar, manajer tersebut melakukan penyaringan. Penentu
utama dari penyaringan adalah jumlah tingkat dalam struktur organisasi. Semakin vertikal
struktur organisasi, peluang penyaringan informasi akan semakin besar (atau di manapun ada
perbedaan status). Faktor seperti takut menyampaikan kabar buruk dan keinginan bos sering
menjadi alasan terjadi penyaringan informasi, sehingga dapat membelokkan komunikasi ke
atas tersebut.
-Selective Perception (Memilih Tanggapan)
Penerima dalam komunikasi memproses apa yang mereka lihat dan dengar berdasarkan
kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang dan karakteristik lain mereka. Contohnya
pewawancara kerja menduga bahwa pelamar kerja perempuan menempatkan keluarga
mereka lebih daripada karir mereka, terlepas dari apakah mereka merasakan hal yang
sama atau tidak. Kita tidak melihat kenyataan, kita menafsirkan apa yang kita lihat dan
menyebutnya kenyataan.
-Information Overload (Kelebihan Informasi)
Individu memiliki keterbatasan kapasitas untuk memproses data. Ketika informasi yang kita
terima melebihi kapasitas kita disebut information overload. Dan yang terjadi adalah individu
akan cenderung untuk memilih keluar, mengabaikan, melewati, atau melupakan informasi.
Atau mereka mungkin menunda proses lebih lanjut sampai situasi overload selesai. Tanpa
memperhatikan kehilangan informasi dan komunikasi yang kurang efektif.
-Emotions
Emosi yang ekstreme seperti bersorak kegirangan atau depresi sangat memungkinkan
mengganggu komunikasi yang efektif. Dalam kasus tersebut, kita paling rentan untuk
mengabaikan proses berpikir rasional dan obyektif dan mengganti dengan penilaian yang
memakai emosi.
-Language (Bahasa)
Kata-kata berarti berbeda untuk orang yang berbeda. Usia, pendidikan, budaya adalah
3 variabel yang jelas mempengaruhi bahasa yang digunakan seseorang dan arti yang
diberikan. Dalam organisasi, karyawan biasanya berasal dari latar belakang yang berbeda.
Intinya adalah meskipun seorang berbicara dengan seorang lain menggunakan bahasa
yang sama-Indonesia, jika mereka saling mengetahui bagaimana mereka mengubah bahasa
masing-masing mereka, kesulitan komunikasi akan berkurang. Tetapi seringkali seseorang
menganggap kata-kata atau istilah yang digunakan memiliki pengertian yang sama dengan
penerima. Dan seringkali itu tidak sama.
-Communication Apprehension (Ketakutan Komunikasi)
Sebagian orang diperkirakan 5-20% dari populasi menderita ketakutan/kekhawatiran dalam
berkomunikasi. Meskipun banyak orang yang takut berbicara di depan sebuah grup ketakutan
komunikasi menimbulkan masalah pada seluruh komunikasi yang terjalin. Sebagai gantinya
mereka mengandalkan memo atau fax untuk menyampaikan pesan ketika sebuah telepon
tidak hanya lebih cepat namun lebih layak. Hampir semua pekerjaan kini membutuhkan
komunikasi langsung. Jadi kita perlu sadar jika ada orang-orang dalam organisasi yang
membatasi diri dalam berkomunikasi dan mengatakan kepada mereka bahwa komunikasi
lebih dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
Isu-Isu Terkini dalam Komunikasi
Kali ini kita membahas 4 isu terkait dengan komunikasi dalam organisasi
1. Penghalang Komunikasi antara Laki-Laki dan Perempuan
Secara khusus penelitian oleh Deborah Tannen menjelaskan mengapa gender sering
menciptakan penghalang komunikasi. Tannen menyatakan bahwa komunikasi adalah
menyeimbangkan tindakan secara terus menerus, kebutuhan konflik untuk kedekatan,
dan kebebasan.Namun, penelitian tersebut menyebutkan bahwa laki-laki menggunakan
komunikasi untuk menekankan status sedangkan perempuan untuk membangun koneksi.
Tentu hal ini tidak berlaku bagi semua laki-laki atau perempuan. Laki-laki sering komplain
tentang perempuan yang terus menerus menceritakan masalahnya dan perempuan mengkritik
laki-laki yang tidak mau mendengarkan. Yang terjadi adalah ketika banyak laki-laki
mendengarkan masalah mereka terus menegaskan tentang kebebasan dan kontrol dengan
memberikan solusi. Banyak perempuan, di lain sisi menceritakan masalah untuk mendapat
dukungan dan koneksi, bukan untuk mendapat saran dari laki-laki.
Laki-laki cenderung lebih terus terang daripada perempuan dalam hal komunikasi,
perempuan mengurangi kesombongan daripada laki-laki. Pada akhirnya laki-laki mengkritik
perempuan karena meminta maaf sepanjang waktu karena melihat itu sebagai kelemaha n
karena mengekspresikan penyesalan dan patut untuk disalahkan. Bagi perempuan minta maaf
adalah bentuk dari pengertian dan kepedulian terhadap perasaan orang lain.
2. Diam sebagai Komunikasi
Diam-diartikan sebagai ketiadaan pembicaraan atau suara- secara umum tidak dijadikan
sebagai bentuk komunikasi karena tidak menampilkan tindakan atau sikap. Tapi diam belum
tentu tidak melakukan tindakan karena bisa jadi menjadi bentuk kekuatan dalam komunikasi.
Diam berarti seseorang sedang berpikir atau merenungkan respons terhadap pertanyaan. Itu
bisa berarti seseoran khawatir atau ragu untuk berbicara. Itu dapat diartikan setuju, perbedaan
pendapat, frustrasi, atau kemarahan. Jadi terkadang pesan dalam komunikasi terkubur dalam
keheningan.
3. “Politically Correct” Communication
Banyak dari kita sangat sadar dengan apa yang kita ucapkan untuk mencerminkan kebenaran
secara politis. Misalnya kita telah menghapus kata cacat, buta, tua dari perbendaharaan kita
dan menggantinya dengan secara fisik, menantang, tunanetra, dan senior.
Kita harus sensitif terhadap perasaan orang lain di tengah perbedaan. Kata-kata tertentu dapat
mengintimidasi dan mengganggu orang lain. Kita juga harus berhati-hati tidak terlalu terus
terang dengan membatasi kejelasan komunikasi tersebut. Tidak ada solusi sederhana pada
dilema ini. Bagaimanapun juga kita harus sadar dalam komunikasi dan kebutuhan untuk
menemukan keseimbangan yang tepat.
• Komunikasi lintas budaya
Faktor lintas budaya menciptakan peningkatan masalah komunikasi yang potensial.
Contohnya adalah tanda “V” for victory sign di kebanyakan negara dianggap sebagai victory
atau peace tetapi di Inggris, itu berarti “terserah anda!!”.
» Hambatan budaya
Ada 4 problem yang spesifik terkait dengan kesulitan bahasa dalam komunikasi
lintas budaya :
J Hambatan yang disebabkan oleh semantik
Seperti apa yang telah dikatakan tadi, kata-kata memiliki makna yang
berbeda bagi orang yang berbeda. Hal ini berlaku terutama untuk orang
yang berasal dari budaya negara yang berbeda.
Contohnya adalah mengerti kata “sisu” akan membantu untuk
berkomunikasi dengan orang Finlandia, tetapi kata ini tidak bisa
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Kata itu berarti sesuatu yang mirip
dengan “keberanian” atau “ketekunan”.
J Hambatan yang disebabkan oleh kata-kata konotasi
Kata-kata menyiratkan hal yang berbeda dalam bahasa yang berbeda.
Contohnya adalah negosiasi antara eksekutif Jepang dan Amerika, akan
membawa lebih banyak kesulitan kata-kata Jepang “hai” jika ditranslate
akan memiliki arti iya, tetapi konotasinya bisa saja “ya saya mendengarkan”
daripada “ya saya setuju”
J Hambatan yand disebabkan oleh perbedaan nada
Di beberapa budaya, bahasa itu bersifat formal, tetapi dalam kasus lain
dapat bersifat informal. Di beberapa budaya, nada bicara berubah sesuai
konteks : orang berbicara dengan cara yang berbeda di rumah, di situasi
sosial dan di tempat kerja. Menggunakan style bicara yang tidak informal
dimana situasi formal diharapkan dapat memalukan.
J. Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan antara persepsi
Orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda biasanya melihat dengan
cara yang berbeda.
Contohnya adalah orang Thailand melihat kata “tidak” secara berbeda dengan orang Amerika.
konteks budaya
Pemahaman adalah hambatan budaya dan implikasinya untuk berkomunikasi lintas budaya
dapat dicapai dengan mempertimbangkan konsep budaya tinggi dan rendah
Negara-negara seperti Cina , korea , jepang , dan vietnam adalah budaya konteks
tinggi . mereka sangat bergantung pada isyarat situasional non verbal dan halus ketika
berkomunikasi dengan lainnya . apa yang tidak dikatakan mungkin lebih penting dari apa
yang dikatakan .Sebaliknya, orang-orang dari Eropa dan Amerika Utara mencerminkan ada
budaya konteks rendah. mereka pada dasarnya bergantung pada kata-kata.
Perbedaan kontekstual sangat berarti dalam komunikasi :
1. komunikasi dalam budaya contect tinggi berarti jauh lebih percaya oleh kedua belah
pihak. Contoh : . bagi orang luar, seperti percakapan santai dan tidak signifikan
penting karena mencerminkan keinginan untuk membangun hubungan dan
menciptakan kepercayaan.
2. konteks budaya rendah, kontrak dilaksanakan akan cenderung secara tertulis,
tepatnya worded, dan sangat legalistik. Contoh : budaya konteks rendah menghargai
keterusterangan. Manajer, manajer diharapkan tepat dalam menyampaikan makna
yang dimaksudkan.
Panduan budaya
ketika berkomunikasi dengan orang-orang dari budaya yang berbeda , kita dapat mengurangi
kesalahpahaman , salah tafsir , dan kesalahan dalam penilaian dengan 4 cara :
1. . Menganggap perbedaan sampai kesamaan terbukti kebanyakan dari kita
menganggap bahwa orang lain lebih mirip dengan kita daripada mereka sebenarnya .
tetapi orang-orang dari berbagai negara sering sangat berbeda dari kita. sehingga
cenderung untuk membuat kesalahan jika menganggap lainnya berbeda daripada
membuat asumsi perbedaan sampai kemiripan yang terbukti .
2. Menekankan deskripsi bukan interpretasi atau evaluasi interpretasi atau evaluasi
yang seseorang telah dikatakan atau dilakukan , berbeda dengan deskripsi , lebih
didasarkan pada budaya pengamat dan latar belakang dari atau situasi yang diamati .
sebagai hasilnya , menunda penilaian sampai mempunya waktu yang cukup untuk
mengamati dan menafsirkan situasi dari perspektif yang berbeda dari semua budaya
yang terlibat
3. Paktek empati sebelum mengirim pesan , menempatkan diri pada posisi
penerima . contoh : nilai-nilai , pengalaman , dan frame atau referensi ? apa yang
Anda tahu , tentang pendidikan nya , pengasuhan , dan latar belakang yang dapat
memberikan wawasan menambahkan ? cobalah untuk melihat orang lain.
4. Memperlakukan interpretasi Anda sebagai bekerja hipotesis setelah
mengembangkan penjelasan untuk situasi baru atau berpikir, berempati dengan
seseorang dari budaya asing , memperlakukan Anda sebagai interpretasi hipotesis
yang perlu pengujian lebih lanjut dan bukan sebagai suatu kepastian . hati-hati menilai
umpan balik yang diberikan oleh penerima untuk melihat apakah itu menegaskan
hipotesis.
Wednesday, June 4, 2014
Monday, May 12, 2014
PERBEDAAN ANTARA GRUP DAN TEAM
Bekerja dalam grup
adalah kegiatan interaksi dengan berbagai informasi antar anggota dan membuat
keputusan untuk membantu setiap anggota grup untuk bekerja sesuai dengan area
kewajibannya, sedangkan bekerja dalam tim adalah sekumpulan individu yang
memberikan pengaruh terhadap pekerjaan,yang akan lebih baik jika dibandingkan
dengan dikerjakan secara individual
Tipe-tipe team
1. Problem
solving teams, para anggota saling
berbagi ide dan menyarankan bagaimana suatu proses pekerjaan dan metode untuk
meningkatkan pekerjaan tersebut.
2. Self
managed work teams, adalah kelompok dari pekerja(biasanya terdiri dari 10-15
orang) yang melakukan pekerjaan yang mempunyai kaitan yang erat antara pekerjaan
satu dengan pekerjaan yang lain dan tanggung jawab ke supervisor mereka
masing-masing
3. Cross
functional teams, adalah pekerja dengan level hierarki yangs sama tetapi berada
di area kerja yang berbeda bekerja sama
untuk menyelesaikan suatu tugas
4. Virtual
teams, dimana mereka menggunakan teknologi computer untuk menyatukan perbedaan
antar anggota dan mencapai tujuan bersama .
CREATING EFFECTIVE TEAMS
1) CONTEXT
A. Adequate
resources,semua anggota team menyadari adanya sumber daya yang berasal dari
luar grup yang menopang mereka.
B. Leadership
and structure,sebuah team tidak akan berfungsi dengan baik jika mereka tidak
setuju dengan pembagian mengenai pembagian tugas para anggota team. Leadership
sangat di perlukan dalam multi-team systems dimana team berbeda
mengkoordinasikan usaha mereka untuk menghasilkanhasil yang diinginkan.
C. Climate
of trust,anggota dari sebuah team yang efektif akan saling mempercayai satu
sama lain
D. Performance
evaluation and reward systems, evaluasi kinerja individu dapat meningkatkan
kinerja team.mengevaluasi dan memberikan penghargaan pekerja atas kontribusi individual
mereka
2. TEAM COMPOSITION
A. Abilities
of members, kinerja team tergantung pada pengetahuan, skill, dan keahlian member
individu.
B. Personality
of members, sebuah team yang berkomunikasi secara terbuka dengan baik dengan
satu dan yang lain dapat memberikan ide yang lebih banyak yang akan membuat
anggota team menjadi lebih kreatif dan inovatif.
C. Allocation
of roles, team mempunyai kebutuhan yang berbeda dan para anggotanya harus
dipilih untuk memastikan bahwa segala peran dalam team terisi.
D. Komunikasi
yang efektif.
Dalam proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang efektif antar-anggota tim. Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda tidak yakin semua anggota tim tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, jangan berasumsi,
Dalam proses meraih tujuan, harus ada komunikasi yang efektif antar-anggota tim. Strateginya: Jangan berasumsi. Artinya, jika Anda tidak yakin semua anggota tim tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan, jangan berasumsi,
E. Resolusi Konflik
Peace is not the absence of conflict, but the presence of justice. Ini merupakan pendapat Martin Luther King. Rasanya hal ini berlaku pula pada pencapaian sebuah tujuan. Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus dihadapi. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim. Sebaliknya, konflik ini yang dapat dikelola dengan baik
Peace is not the absence of conflict, but the presence of justice. Ini merupakan pendapat Martin Luther King. Rasanya hal ini berlaku pula pada pencapaian sebuah tujuan. Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus dihadapi. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim. Sebaliknya, konflik ini yang dapat dikelola dengan baik
F. Shared
power.
tiap anggota tim perlu diberikan kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”, menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang menjadi keahlian dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka merasa ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
tiap anggota tim perlu diberikan kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”, menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang menjadi keahlian dan tanggung jawab mereka masing-masing. Sehingga mereka merasa ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama.
G. Keahlian.
Anggota tim dengan keahlian yang berbeda juga bisa saling memperluas perspektif and memperkaya keahlian masing-masing Apresiasi.
Anggota tim dengan keahlian yang berbeda juga bisa saling memperluas perspektif and memperkaya keahlian masing-masing Apresiasi.
H. Evaluasi.
Evaluasi yang dilakukan secara periodik selama proses pencapaian tujuan masih berlangsung bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi, sehingga bisa segera diperbaiki. Evaluasi juga bisa dilakukan tidak sekadar untuk koreksi, tetapi untuk mencari cara yang lebih baik.
Evaluasi yang dilakukan secara periodik selama proses pencapaian tujuan masih berlangsung bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi, sehingga bisa segera diperbaiki. Evaluasi juga bisa dilakukan tidak sekadar untuk koreksi, tetapi untuk mencari cara yang lebih baik.
Komponen penting untuk
menciptakan tim yang efektif dapat digolongkan dalam empat kategori umum :
1. Rancangan pekerjaan
Rancangan kerja ini menggambarkan motivasi karena meningkatkan rasa tanggung jawab anggota dan pemilik pada pekerjaan dan karena membuat pekerjaan lebih menarik untuk dikerjakan.
2. Komposisi
Kategori ini memasukkan variabel yang terkait bagaimana tim dapat dibentuk menjadi staf. Komposisi tim yang efektif terdiri dari :
- Kemampuan anggota
Untuk bekerja dengan efektif, suatu tim menuntut tiga tipe keterampilan yang berbeda. 1. keahlian teknis. 2. keterampilan pemecah masalah dan pengambilan keputusan , membangkitkan alternatif , mengevaluasi alternatif, dan membuat pilihan yang kompeten. 3. keterampilan mendengarkan dengan baik, umpan balik, penyelesaian konflik, dan keterampilan antar pribadi lain
- Personalitas
Personalitas mempengaruhi individu dalam perilaku. Macam-macam karakter personal dalam tim akan mempengaruhi kinerja tim secara keseluruhan.
- Mengalokasikan peran dan menggalakkan keanekaragaman
1. Rancangan pekerjaan
Rancangan kerja ini menggambarkan motivasi karena meningkatkan rasa tanggung jawab anggota dan pemilik pada pekerjaan dan karena membuat pekerjaan lebih menarik untuk dikerjakan.
2. Komposisi
Kategori ini memasukkan variabel yang terkait bagaimana tim dapat dibentuk menjadi staf. Komposisi tim yang efektif terdiri dari :
- Kemampuan anggota
Untuk bekerja dengan efektif, suatu tim menuntut tiga tipe keterampilan yang berbeda. 1. keahlian teknis. 2. keterampilan pemecah masalah dan pengambilan keputusan , membangkitkan alternatif , mengevaluasi alternatif, dan membuat pilihan yang kompeten. 3. keterampilan mendengarkan dengan baik, umpan balik, penyelesaian konflik, dan keterampilan antar pribadi lain
- Personalitas
Personalitas mempengaruhi individu dalam perilaku. Macam-macam karakter personal dalam tim akan mempengaruhi kinerja tim secara keseluruhan.
- Mengalokasikan peran dan menggalakkan keanekaragaman
Tim yang berkinerja
tinggi benar-benar mencocokkan orang dengan berbagai peran. Terdapat sembilan
peran potensial dalam tim yaitu ; penghubung, pencipta, promosi, penaksir,
pengorganisasi, penghasil, pengontrol, pemelihara, dan penasehat.
- Ukuran Tim kerja
dalam merancang tim yang efektif, para manajer harus menjaga agar anggotanya berkisar antara 5 sampai 12 orang.
- Kefleksibelan anggota
Tim menciptakan kefleksibelan individual, memiliki anggota yang dapat menyelesaikan tugas yang lainnya.
- Pilhan anggota
berikan pilihan, beberapa pekerja akan menyeleksi secara sendirinya keluar dari parstisipasi tim.
3. Konteks
Ada tiga faktor kontekstual dalam kinerja tim yang efektif yaitu:
- Sumber daya memadai
Tim yang efektif memiliki sumber daya yang memadai untuk melaksanakan semua pekerjaan dalam mencapai tujuan.
- Kepemimpinan dan struktur
Anggota tim harus sependapat mengenai siapa melakukan apa dan memastikan bahwa semua anggota menyumbang secara sama dalam berbagi beban kerja.
- Evaluasi kinerja dan sistem ganjaran yang benar
manajemen hendaknya mempertimbangkan penilaian berdasarkan kelompok, berbagi laba, berbagi hasil, insentif kelompok kecil, dan modifikasi-modifikasi sistem lain yang memperkuat upaya dan komitmen tim.
4. Proses
Hal lain yang berkaitan dengan keefektifan tim adalah variabel proses. Pada komponen ini hal-hal yang terkait adalah :
- Tujuan bersama
Tim yang efektif mempunyai tujuan bersama dan sangat berarti dan memberikan pengarahan, momentum dan komitmen untuk anggota sebagai suatu visi.
- Menegakkan tujuan spesifik
Tim yang sukses menerjemahkan tujuan bersama mereka menjadi tujuan kinerja yang realistis, dapat diukur dan spesifik. Tujuan membimbing individu ke kinerja yang lebih tinggi, juga memberi energi kepada tim.
-Kekuatan tim
Keefektifan tim mempunyai kepercayaan tersendiri, mereka percaya mereka dapat sukses. Kita menyebutnya kekuatan tim.
-Tingkat konflik
Konflik dalam tim tidak selalu merupakan hal yang buruk. Konflik tugas dalam tim wajar terjadi, karena mendorong perbaikan dan pilihan secara kritis masalah
E. Mengubah individu menjadi pemain tim
a. Tantangan
Tantangan menciptakan pemain tim akan paling besar jika ; budaya nasional sangat individualistik dan tim itu akan dimasukkan ke dalam suatu organisasi yang mapan yang secara historis menghargai prestasi individual.
b. Membentuk pemain tim
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengubah individu menjadi pemain tim :
1. Seleksi
Beberapa orang telah memiliki keterampilan antar pribadi untuk menjadi pemain tim yang efektif. Ketika mempekerjakan anggota tim, disamping keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengisi pekerjaan itu, harus dipastikan pula bahwa calon dapat memenuhi peran tim. Banyak calon yang melamar pekerjaan tidak mempunyai keterampilan tim. Bila menghadapi calon semacam ini, pada dasarnya para manajer atau pimpinan mempunyai tiga pilihan :
-Calon dapat menjalani pelatihan untuk membuat mereka menjadi pemain tim.
-Mentransfer individu itu ke unit lain didalam organisasi tanpa tim.
-Tidak mempekerjakan calon itu.
2. Pelatihan
Sebagian besar orang yang dibesarkan pada lingkungan yang mementingkan prestasi individual dapat dilatih untuk menjadi pemaian tim.
3. Ganjaran
Sistem ganjaran perlu diperbaiki untuk mendorong upaya kooperatif bukannya kompetitif. Promosi, kenaikan upah dan bentuk-bentuk pengakuan lain hendaknya diberikan kepada individu untuk keefektifan mereka sebagai seorang anggota tim yang kolaboratif.
- Ukuran Tim kerja
dalam merancang tim yang efektif, para manajer harus menjaga agar anggotanya berkisar antara 5 sampai 12 orang.
- Kefleksibelan anggota
Tim menciptakan kefleksibelan individual, memiliki anggota yang dapat menyelesaikan tugas yang lainnya.
- Pilhan anggota
berikan pilihan, beberapa pekerja akan menyeleksi secara sendirinya keluar dari parstisipasi tim.
3. Konteks
Ada tiga faktor kontekstual dalam kinerja tim yang efektif yaitu:
- Sumber daya memadai
Tim yang efektif memiliki sumber daya yang memadai untuk melaksanakan semua pekerjaan dalam mencapai tujuan.
- Kepemimpinan dan struktur
Anggota tim harus sependapat mengenai siapa melakukan apa dan memastikan bahwa semua anggota menyumbang secara sama dalam berbagi beban kerja.
- Evaluasi kinerja dan sistem ganjaran yang benar
manajemen hendaknya mempertimbangkan penilaian berdasarkan kelompok, berbagi laba, berbagi hasil, insentif kelompok kecil, dan modifikasi-modifikasi sistem lain yang memperkuat upaya dan komitmen tim.
4. Proses
Hal lain yang berkaitan dengan keefektifan tim adalah variabel proses. Pada komponen ini hal-hal yang terkait adalah :
- Tujuan bersama
Tim yang efektif mempunyai tujuan bersama dan sangat berarti dan memberikan pengarahan, momentum dan komitmen untuk anggota sebagai suatu visi.
- Menegakkan tujuan spesifik
Tim yang sukses menerjemahkan tujuan bersama mereka menjadi tujuan kinerja yang realistis, dapat diukur dan spesifik. Tujuan membimbing individu ke kinerja yang lebih tinggi, juga memberi energi kepada tim.
-Kekuatan tim
Keefektifan tim mempunyai kepercayaan tersendiri, mereka percaya mereka dapat sukses. Kita menyebutnya kekuatan tim.
-Tingkat konflik
Konflik dalam tim tidak selalu merupakan hal yang buruk. Konflik tugas dalam tim wajar terjadi, karena mendorong perbaikan dan pilihan secara kritis masalah
E. Mengubah individu menjadi pemain tim
a. Tantangan
Tantangan menciptakan pemain tim akan paling besar jika ; budaya nasional sangat individualistik dan tim itu akan dimasukkan ke dalam suatu organisasi yang mapan yang secara historis menghargai prestasi individual.
b. Membentuk pemain tim
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengubah individu menjadi pemain tim :
1. Seleksi
Beberapa orang telah memiliki keterampilan antar pribadi untuk menjadi pemain tim yang efektif. Ketika mempekerjakan anggota tim, disamping keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengisi pekerjaan itu, harus dipastikan pula bahwa calon dapat memenuhi peran tim. Banyak calon yang melamar pekerjaan tidak mempunyai keterampilan tim. Bila menghadapi calon semacam ini, pada dasarnya para manajer atau pimpinan mempunyai tiga pilihan :
-Calon dapat menjalani pelatihan untuk membuat mereka menjadi pemain tim.
-Mentransfer individu itu ke unit lain didalam organisasi tanpa tim.
-Tidak mempekerjakan calon itu.
2. Pelatihan
Sebagian besar orang yang dibesarkan pada lingkungan yang mementingkan prestasi individual dapat dilatih untuk menjadi pemaian tim.
3. Ganjaran
Sistem ganjaran perlu diperbaiki untuk mendorong upaya kooperatif bukannya kompetitif. Promosi, kenaikan upah dan bentuk-bentuk pengakuan lain hendaknya diberikan kepada individu untuk keefektifan mereka sebagai seorang anggota tim yang kolaboratif.
DASAR – DASAR PERILAKU KELOMPOK
Setiap individu di dalam kehidupannya memiliki kepentingan dan tujuan
tertentu yang berbeda antar individu yang satu dengan individu yang lain, dan
dari ini tercipta juga perbedaan status hanya merupakan salah satu dari sejumlah
tindakan yang terjadi secara alamiah di dalam kelompok. Sehingga dengan sifat
dan karakteristik setiap individu yang berbeda-beda itu, tentunya akan memiliki
potensi yang besar pula jika diwujudkan ke dalam suatu kepentingan dan tujuan
bersama atau kelompok.
Dengan alasan tersebut dapat dilihat berbagai macam bentuk kelompok yang
ada pada saat ini dengan kepentingan dan tujuan yang bermacam-macam. Eksistensi
suatu kelompok sebenarnya bersifat informal sedangkan organisasi bersifat
formal. Kelompok informal ini terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang
muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan kontak sosial sedangkan
kelompok formal dibentuk seseuai rencana dan memiliki tujuan yang jelas. Dalam
kehidupan suatu kelompok sudah tentu tidak terlepas dari adanya perilaku setiap
individu yang tidak sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Akan tetapi justru
di balik perbedaan itu tersimpan suatu kekuatan besar ketika terakumulasi ke
dalam dinamika kelompok. Setelah setiap individu masuk ke dalam kepentingan dan
tujuan kelompok maka perilaku mereka akan menjadi perilaku kelompok untuk
kebersamaan.
A. TEORI-TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK
1. Teori Kedekatan (Propinquity) : Teori kedekatan menjelaskan tentang adanya aliansi diantara orang-orang
tertentu. Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya
kedekatan ruang dan daerahnya.
2. Teori Interaksi (George Homans) : Teori interaksi berdasarkan pada aktivitas, interaksi dan sentiment
(perasaan atau emosi) yang berhubungan secara langsung. Ketiganya dapat
dijelakan sebagai berikut:
a. Semakin banyak aktivitas seseorang dengan orang lain, semakin beraneka
interaksinya dan semakin kuat tumbuhnya sentiment mereka.
b. Semakin banyak
interaksi diantara orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan aktivitas dan
sentiment yang ditularkan pada orang lain.
c. Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain, dan
semakin banyak sentiment orang dipahami oleh orang lain, maka semakin banyak
kemungkinan ditularkannya aktivitas dan interaksi-interaksi.
3. Teori Keseimbangan (Theodore Newcomb) : Teori keseimbangan menyatakan bahwa
seseorang tertarik kepada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap
(seperti: agama, politik, gaya hidup, perkawinan, pekerjaan, otoritas) di dalam
menanggapi suatu tujuan.
4. Teori Pertukaran : Teori ini ada
kesamaan fungsinya dengan teori motivasi dalam bekerja. Teori kedekatan,
interaksi, keseimbangan, semuanya memainkan peranan di dalam teori ini.
Secara praktis pembentukan kelompok bisa saja terjadi dengan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan social. Para pekerja umumnya memiliki keinginan afiliasi kepada pihak lain.
Secara praktis pembentukan kelompok bisa saja terjadi dengan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan social. Para pekerja umumnya memiliki keinginan afiliasi kepada pihak lain.
Karakteristik yang
menonjol dari suatu kelompok antara lain:
a. Adanya dua orang atau lebih
b. Berinteraksi satu
dengan yang lain
c. Saling berbagi beberapa tujuan yang sama
d. Melihat dirinya
sebagai suatu kelompok.
B. PENGERTIAN DAN
KLASIFIKASI KELOMPOK
Pengertian beberapa
jenis kelompok
1. Kelompok
Kelompok adalah dua
individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling
bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Kelompok Formal
Kelompok formal adalah
kelompok kerja bentukan yang didefinisikan oleh struktur oraganisasi dengan
penugasan kerja yang sudah ditentukan. Perilaku-perilaku yang harus ditunjukan
di dalam kelompok ini ditentukan dan diarahkan ke sasaran organisasi.
3. Kelompok Informal
Kelompok informal
adalah kelompok yang tidak terstruktur formal dan tidak ditentukan oleh
oraganisasi, dan terjadi karena respons terhadap kebutuhan akan hubungan
sosial. Kelebihannya adalah kelompok ini bisa memenuhi kebutuhan social
anggotanya yang dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja anggotanya itu.
4. Kelompok Komando (command group)
Kelompok komando
adalah kelompok yang terdiri dari individu-individu yang melapor langsung kepada
manajer tertentu, atau dengan kata lain kelompok komando adalah manajer dan
semua bawahannya.
5. Kelompok Tugas (task group)
Kelompok tugas adalah
orang-orang yang secara bersama-sama menyelesaikan tugas. Task group ditentukan secara organisasional dan mewakili orang-
orang yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Akan tetapi
batasan dari kelompok task group ini
tidak terbatas pada hierarki dari atasan langsungnya..
6. Kelompok Kepentingan (interest group)
Kelompok kepentingan
adalah orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan khusus dan yang
menjadi perhatian masing-masing orang.
7. Kelompok Persahabatan (friendship group)
Kelompok persahabatan
adalah persekutuan sosial yang sering dikembangkan dari situasi kerja,
ditetapkan bersama-sama karena memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama.
C. ALASAN-ALASAN MENGAPA
ORANG BERGABUNG KE DALAM KELOMPOK
1. Faktor Keamanan (security)
Individu yang berada
di dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian. Merasa
lebih kuat, lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap ancaman.
Contoh: seorang pria
yang masuk akademi tentara atau kepolisian untuk mempelajari teknik- teknik
bertarung, cara menjaga kekebalan tubuh terhadap serangan musuh, dan tahan
terhadap ancaman. Sehingga ia merasa aman menghadapi situasi apapun.
2. Faktor Status (status)
Bergabung ke dalam
kelompok yang dipandang penting, memberikan pengakuan dan status bagi para
anggotanya. Dengan bergabung ke dalam kelompok tersebut maka anggota-
anggotanya akan merasa harga diri dan statusnya akan menjadi semakin tinggi di
masyarakat meskipun belum tentu masyarakat akan menilai seperti itu. Contoh: seorang
pria gay ia akan bergabung dengan kelompok
gay karena ia merasa ketika ia masuk
ke kelompok tersebut status dan harga dirinya akan sama dengan teman- temannya
yang lainnya dibandingnya jika ia masuk ke dalam kelompok pria normal.
3. Faktor harga diri (self-esteem)
Memiliki harga diri karena
menjadi bagian kelompok dan kejelasan status mereka bagi kelompok lain.
4. Faktor Afiliasi (affiliation)
Seseorang bergabung ke
dalam kelompok untuk memenuhi salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar
yaitu sosialisasi dan afiliasi. Manusia tidak akan merasa nyaman jika hidup
sendirian meskipun kebutuhan yang lain terpenuhi. Manusia membutuhkan teman
untuk berbucara, berdiskusi, baik kebahagiaan maupun penderitaan.
5. Faktor Kekuasaan (power)
Kekuasaan dan kekuatan
bisa diraih dengan berada di dalam kelompok yang sulit diperoleh jika
sendirian.
Contoh: seseorang yang
mencalonkan dirinya ke dalam partai politik dan ketika ia telah masuk ke dalam
partai politik tersebut ia ingin
mendapatkan kekuasaan melalui jabatannya itu dan ia menjadi berpengaruh
bagi masyarakatnya.
6. Faktor Pencapaian Sasaran (goal achievment)
Untuk mencapai sasaran
dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang. Dengan
bekerja sama, gotong royong, saling membantu, saling mendukung, saling
menguatkan, tujuan akan lebih mudah diraih dibandingkan berpikir dan berbuat
sendiri. Contoh: seorang direktur ketika ia ingin meningkatkan kinerja
perusahannya ia membutuhkan bawahan- bawahan yang memiliki tujuan yang sama
dengan dia sehingga akan mudah bagi perusahaan itu untuk berkembang karena 1
tujuan yang sama tersebut.
D. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK
1. Model Lima Tahap
Lima tahap dan model
laternatif bagi kelompok-kelompok temporer dengan tenggat waktu. Model pengembangan
kelompok lima tahap mensifati kelompok sebagai melewati lima tahap yang jelas,
yaitu:
a. Tahap pembentukan (forming)
Pada tahap ini
dicirikan oleh banyak ketidakpastian mengenai maksud, struktur, dan
kepemimpinan kelompok. Para anggota melakukan uji coba untuk menemukan
tipe-tipe perilaku apakah yang dapat diterima baik. Tahap ini selesai ketika
para anggota telah mulai berfikir tentang diri mereka sendiri sebagai bagian
dari kelompok.
b. Tahap keributan (storming)
Tahap keribuatan adalah
tahap komplik di dalam kelompok (intragrup). Para anggota menerima baik
eksistensi kelompok, tetapi melawan batasan-batasan yang diterapkan oleh
kelompok-kelompok individualitas.
c. Tahap penormaan (norming)
Tahap penormaan adalah
tahap di mana berkembang hubungan yang akrab dan kelompok menunjukan sifat
kohesif (saling tarik). Sudah ada rasa memiliki identitas kelompok dan
persahabatan yang kuat. Tahap ini selesai jika telah terbentuk struktur
kelompok yang kokoh dan menyesuaikan harapan bersama atas apa yang disebut
sebagai perilaku anggota yang benar.
d. Tahap Pelaksanaan (performing)
Tahap pelaksanaan
adalah tahap berfungsinya struktur dan diterima baik. Energy kelompok telah
bergeser dari mencoba mengerti dan memahami satu dengan yang lain menjadi
pelaksana tugas yang ada.
e. Tahap Peristirahatan (adjourning)
Tahap peristirahatan
adalah tahap terakhir dalam pengembangan kelompok pada kelompok sementara,
dicirikan oleh perhatian kepenyelesaian aktivitas bukannya ke kinerja petugas.
2. Model Alternatif: Untuk Kelompok Temporer dengan
Tenggat
Kelompok ini memiliki
urutan tindakan (atau bukan tindakan) mereka sendiri yang unik, seperti:
a. Menentukan arah kelompok
b. Fase inersia (lemas
tanpa energy)
c. Fase transisi (peralihan)
d. Transisi mengawali
perubahan besar
e. Fase inersia kedua mengikuti masa transisi
f. Pertemuan terakhir kelompok dicirikan oleh kegiatan yang sangat terpicu.
E. DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK
1. Pengertian perilaku kelompok
Perilaku kelompok
adalah semua kegiatan yang dilakukan dua atau lebih individu yang berinteraksi
dan saling mempengaruhi dan saling bergantung untuk menghasilkan prestasi yang
positif baik untuk jangka panjang dan pertumbuhan diri.
2. Faktor-faktor kesuksesan kelompok
Faktor-faktor yang
menyebabkan suatu kelompok lebih sukses dari kelompok lain adalah karena
kemampuan anggota kelompok, ukuran kelompok, tingkat konflik, dan tekanan
internal pada anggota untuk menyesuaikan diri pada norma kelompok. Setiap
kelompok kerja dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan kondisi internalnya.
a. Kondisi eksternal pada kelompok
Semua kelompok kerja
dipengaruhi oleh kondisi eksternal yang dipaksakan dari luar. Kondisi eksternal
ini mencakup:
· Strategi Organisasi
Strategi keseluruhan
organisasi yang meliputi tujuan-tujuan organisasi dan cara-cara untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan oleh manajemen puncak.
· Struktur Otoritas
Ketentuan mengenai
otoritas yang dimiliki oleh setiap bagian / setiap individu dalam suatu
organisasi karena setiap individu atau kelompok memiliki otoritas yang
berbeda-beda, seperti: siapa melapor kepada siapa, siapa yang mengambil
keputusan, atau keputusan apakah yang pengambilannya diberikan kepada individu
atau kelompok.
· Peraturan formal
Oraganisasi
menciptakan aturan, prosedur, kebijakan, dan ragam lain untuk membakukan
perilaku karyawan. Hal ini dilakukan untuk membuat konsistensi perilaku
karyawan dan bisa diprediksikan apa yang akan dilakukan kelompok kerja karyawan
tersebut.
· Sumber Daya Organisasional
Merupakan sumber daya
uang, waktu, bahan mentah, peralatan yang dialokasikan oleh organisasi pada
kelompok. Sumber daya organisasional berpengaruh terhadap perilaku organisasi.
· Proses Seleksi Personil
Kriteria-kriteria
tertentu yang digunakan dalam proses merekrut karyawan yang akan menentukan
siapa yang akan ditempatkan ke dalam suatu kelompok kerja.
· Evaluasi Kinerja dan Sistem Ganjaran (imbalan)
Proses melakukan
evaluasi terhadap hasil kerja anggota kelompok setelah dievaluasi, maka perlu
diteruskan dengan system ganjaran (imbalan) akan hasil evaluasi tersebut.
· Budaya Organisasi
Merupakan standar
perilaku untuk karyawan mengenai perilaku yang dapat diterima dengan baik atau
yang tidak dapat diterima, seperti cara berpakaian, peraturan organisasi,
perilaku jujur, integritas, dan semacamnya.
· Tataran Fisik Kerja
Tataran fisik kerja
yang dipaksakan ke kelompok oleh pihak-pihak eksternal mempunyai landasan kerja
yang penting bagi perilaku kelompok kerja. Seperti arsitek yang menentukan tata
letak ruang kerja untuk mengurangi gangguan suara dan sebagainya
b. Sumber Daya Anggota Kelompok
Ada dua sumber daya
yang berperan sangat penting pada anggota individu, yaitu:
· Kemampuan
Ada hubungan antara
kemampuan intelektual (pengetahuan) dan keterampilan dengan relevansi terhadap
tugas terhadap kinerja kelompok.
· Karakteristik Kepribadian
Ada hubungan antara
karakteristik kepribadian yang positif dalam budaya terhadap produktivitas,
semangat, dan kekohesifan kelompok.
F. STRUKTUR KELOMPOK
Kelompok kerja memiliki struktur yang dapat membentuk perilaku anggota
kelompok tersebut. Ada beberapa variable struktur kelompok, yaitu:
1. Kepemimpinan Formal
Pemimpin formal harus
selalu ada dalam setiap kelompok, seperti: manager, Kepala Satuan Tugas, atau
Ketua Komite.
2. Peran
Peran adalah
seperangkat pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki posisi tertentu
dalam unit sosial tertentu.
Kelompok-kelompok
memberlakukan persyaratan peran berlainan ke individu, seperti:
3. Norma
Norma adalah standar
perilaku yang dapat diterima dengan baik dalam suatu kelompok dan digunakan
oleh semua anggota dalam kelompok tersebut. Norma digunakan untuk mempengaruhi
perilaku anggota dan norma setiap kelompok akan berbeda dengan kelompok lain.
Norma bersifat informal walaupu ada yang formal, yaitu yang ditulis dalam buku
petunjuk organisasi.
4. Status
Status adalah posisi yang didefinisikan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota oleh orang lain. Status ada yang formal dan informal. Status mempengaruhi kekuatan norma dan tekanan di dalam kelompok.
Status adalah posisi yang didefinisikan secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota oleh orang lain. Status ada yang formal dan informal. Status mempengaruhi kekuatan norma dan tekanan di dalam kelompok.
a. Status dan norma
Status mempunyai beberapa
pengaruh yang menarik terhadap kekuatan norma dan tekanan untuk penyesuaian.
Misalnya anggota berstatus tinggi pada kelompok sering diberi lebih banyak
kebebasan untuk menyimpang dari norma dibandingkan anggota kelompok yang lain.
b. Kesetaraan Status
Penting bagi anggota
kelompok untuk menyakini bahwa hierarki status itu setara. Jika dipersepsikan
adanya kesetaraan terciptalah ketidakseimbangan yang terjadi dalam berbagai
jenis perilaku korektif.
c. Status dan Budaya
Perbedaan budaya akan
mempengaruhi status, oleh sebab itu penting adanya status yang bervariasi di
antara berbagai budaya.
5. Ukuran
Ukuran kelompok dapat mempengaruhi perilaku keseluruhan kelompok tetapi efeknya tergantung pada variable yang diperhatikan.
Ukuran kelompok dapat mempengaruhi perilaku keseluruhan kelompok tetapi efeknya tergantung pada variable yang diperhatikan.
6. Komposisi
Untuk menyelesaikan suatu kegiatan, kelompok yang terdiri dari beranekaragaman keterampilan dan pengetahuan (heterogen) akan lebih efektif dibanding kelompok yang anggotanya homogeny.
Untuk menyelesaikan suatu kegiatan, kelompok yang terdiri dari beranekaragaman keterampilan dan pengetahuan (heterogen) akan lebih efektif dibanding kelompok yang anggotanya homogeny.
7. Kepaduan
Kelompok-kelompok itu berbeda menurut kepaduan mereka, yaitu sejauh mana para anggota tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk di dalam kelompok. Kepaduan itu akan membuat hubungan kelompok menjadi produktif.
Kelompok-kelompok itu berbeda menurut kepaduan mereka, yaitu sejauh mana para anggota tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk di dalam kelompok. Kepaduan itu akan membuat hubungan kelompok menjadi produktif.
G. BAGAIMANA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KELOMPOK?
n Brainstorming: adalah teknik
yang memacu kreativitas dengan memunculkan ide melalui diskusi nonkritikal.
n Delphi Process: Teknik yang
memacu kreatifitas dengan menggunakan berbagai pertimbangan ide untuk mencapai
konsensus keputusan.
n Nominal Grup Technique: Teknik
yang memacu kreativitas dengan mengarahkan orang pada pertemuan terstruktur
memalui sedikit komunikasi verbal.
Hal-hal berikut ini berhubungan dengan
proses kelompok saat membuat keputusan tak terprogram, yaitu:
- Penetapan tujuan: kelompok
lebih unggul dibandingkan individu sebab kelompok memiliki pengetahuan
lebih banyak dibandingkan individu.
- Identifikasi alternatif: usaha
individu sebagai bagian dari anggota kelompok akan merangsang pencarian
lebih luas diberbagai area fungsional di organisasi.
- Evaluasi alternatif:
pertimbangan kolektif dari kelompok dengan berbagai sudut pandang lebih
unggul dibanding individu.
- Memilih alternatif: interaksi
kelompok dan pencapaian konsensus biasanya menghasilkan penerimaan resiko
lebih besar dibanding individu. Keputusan kelompok juga biasanya lebih
dapat diterima sebagai hasil dari partisipasi bersama.
- Implementasi keputusan: dibuat
oleh kelompok atau tidak, penyelesaian biasanya dilakukan oleh seorang
saja manajer. Individu bertanggungjawab untuk implementasi keputusan
kelompok.
Menurut Mansoer (1989:69) ada beberapa
kelebihan keputusan kelompok dibandingkan dengan keputusan individual, antara lain:
- Informasi yang lengkap lebih mungkin diadakan.
Dalam kelompok terhimpun banyak pengalaman dan pandangan daripada seorang.
- Banyak alternatif yang muncul, karena kelompok
mempunyai informasi banyak dalam jumlah dan ragamnya dan dapat
mengidentifikasi lebih banyak kemungkinan. Lebih-lebih lagi kelompok itu
terdiri atas berbagai keahlian dan latar belakang pengalaman.
- Keputusan kelompok lebih berterima. Hal ini
disebabkan karena keputusan kelompok lebih menelaah banyak pandangan dan
pendapat, sehingga keputusannya lebih besar kemungkinan mendapat
persetujuan lebih dari banyak orang.
- Meningkatkan kesempatan terlaksananya hak orang
banyak. Keputusan kelompok lebih sesuai dengan hak demokrasi. Mengingat
banyak kesempatan oleh manajer untuk mengambil keputusan sendiri, maka
mengambil kebijaksanaan untuk memberi kesempatan kepada orang lain yang
ahli untuk turut mengambil kebagian dalam pengambilan keputusan, adalah
merupakan upaya meningkatkan legistimasi orang lain.
Selain memiliki kelebihan, pengambilan keputusan secara kelompok juga tidak
lepas dari beberapa kelemahan, di antaranya adalah:
- Memakan waktu. Keputusan kelompok diperoleh dari
hasil diskusi yang panjang, banyak waktu dipakai untuk rapat-rapat,
sedangkan pengambilan keputusan sendiri oleh manajer bisa diambil dalam
waktu singkat, tepat pada saat masalahnya timbul.
- Dominasi minoritas. Tidak mungkin dalam satu
kelompokterwakili semua kepentingan dalam organissi dan seringkali hanya
terdiri atas segelintir orang saja. Kesempatan ini oleh para anggota
kelompok sering digunakan untuk memenangkan kepentingan
orang-orangtertentu dalam organisasinya yang sengaja atau tidak sengaja
diwakilinya. Ada kecenderungan dia mendominasi kepentingan orang
terbanyak.
- Tekanan untuk menyesuaikan. Dalam kelompok ada
saja golongan yang mempunyai pengaruh dan menekan kelompok untuk
menyesuaikan diri dengan kehendaknya.
- Tanggung jawab tersamar. Pada keputusan
individual jelas siapa yang bertanggung jawab, tapi pada keputusan
kelompok dari mereka (para anggota) tidak bisa dimintai pertanggung jawaban
perorangan. Tanggung jawab perorangan luluh dalam tanggung jawab bersama.
H. PROSES KELOMPOK
Dalam tugas kelompok, sumbangan setiap individu tidak nampak jelas karena
ada individu yang mengurangi upayanya sehingga hasil yang diperoleh oleh
kelompok maksimal tetapi ada juga individu yang menciptakan keluaran (ouput)
lebih besar dari pada masukan (input).
1. Sinergi
Sinergi adalah
tindakan dua atau lebih substansi yang menghasilkan dampak atau efek yang
berbeda dari penjumlahan masing-masing substansi itu. Seperti: kemalasan social
memperlihatkan sinergi yang negative.
2. Efek Fasilitas Sosial
Efek fasilitas social
mengacu pada kecenderungan membaik atau memburuknya kinerja sebagai respons
atas kehadiran orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)